We Can Do The Great Thing For God, when We Do A Little Things For Others

When We Love God, We Will Serve People

Senin, 29 Agustus 2011

Autobiografi


5 Mei 1985, tepatnya hari Minggu matahari bersinar indah dan cerah, udara yang segar dan suasana pagi yang ceria. Sama seperti hari-hari sebelumnya, yang selalu dianugrahkan Tuhan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Tetapi khusus pada hari itu, merupakan hari yang bahagia dan akan diperingati setiap tahunnya sebagai hari yang bersejarah dalam lengkapnya hidup sebuah keluarga yang saling mencintai. Anak ke-6 lahir dalam keluarga yang sederhana di sebuah desa budaya yang sejuk. Seorang anak laki-laki dan cukup sehat.
Anak itu diberi nama  Leo dengan nama keluarga Ginting dan setelah dibabtis diberi nama tambahan sehingga nama tersebut identik dengan seorang anak yang terlahir dalam keluarga Katolik Roma dan nama anak tersebut  menjadi Leosius Ginting, dan itu adalah Aku.
Aku tidak ingat persis bagaimana masa-masa kecilku sehingga aku dibesarkan. Tetapi yang ku ingat, aku akan ceritrakan disini. Aku terlahir sebagai anak bungsu. Pada saat aku berumur sekitar 5-6  tahun, semua kakak aku, sudah bersekolah, ada yang SD, SMP dan SMU, tinggal aku sendiri yang belum sekolah. Melihat mereka, aku ingin sekali cepat-cepat masuk sekolah. Buku-buku mereka sering sekali ku otak-atik. Aku belajar, bagaimana bentuk huruf-huruf.  Tidak jarang, aku berantam dengan kakak-kakakku karena ulahku yang sering “meminjam” buku mereka, aku bermaksud untuk membantu mereka mengerjakan tugas mereka. Akhirnya, aku dimarahi sama orangtuaku dan dilarang untuk ikut campur dalam urusan buku.
Tapi aku tidak menyerah, keinginan yang begitu kuat dan rasa penasaran yang menggebu, sering sekali mengajak aku untuk berbuat nekat. Tetap saja aku dengan cara diam-diam membuka buku-buku mereka. Aku ingin sekali menjadi anak yang pintar. Aku buka buku bacaan, aku meniru bagaimana cara menulis, meniru seperti yang ditulis dalam buku. Aku menghabiskan begitu banyak buku untuk dicorat-coret. Alhasil, aku kena marah lagi. Aku sedih banget, sedih karena tidak difasilitasi dengan baik terhadap keinginaku untuk belajar. Aku mencari cara lain untuk dapat belajar. Aku dilarang untuk menulis dibuku, mungkin aku lebih baik kalau aku menulis di tempat lain, pikirku. Pada saat aku sendirian dirumah, aku ingin memberikan kejutan kepada keluargargaku, aku ingin membuat mereka bangga, bangga karena memiliku aku, seorang anak yang pintar. Aku pun mengekspresikan kepintaranku dalam bentuk tulisan. Aku pun menulis di dinding rumah kami, tidak hanya dinding, jendela dan pintu juga tidak terlepas dari tangan pintarku. Aku senang sekali, rasanya bebas tanpa merasa takut dimarahi lagi. Justru aku berharap kalau aku mendapat pujian dari keluargaku, terutama orang tuaku. Hal itu dikarenakan karena aku sudah menulis dengan sangat baik. Itulah perkiraanku.
Tibalah saat yang kunantikan. Aku mendengar suara kedatangan keluargaku dari kejauhan. Aku membayangkan ekspresi kebanggan memancar dari wajah ayah ibuku, ketika melihat mega karyaku yang pertama. ;)
Tapi yang terjadi malah sebaliknya, sesaat setelah mereka melihat tulisanku, aku langsung dibentak, dimarahi (lagi) dan disuruh membersihkan tulisanku yang telah dengan susah payah telah kubuat. Dengan berurai air mata, aku menghapus tulisanku itu. Tapi aku tidak membenci orang tuaku, aku menghargai sikap mereka. Mungkin cara mereka saja yang kurang tepat memperlakukan aku seperti itu.
Waktu terus berjalan, dengan berbagai cara saya tetap berusaha untuk belajar.

Yang aku tahu, aku berasal dari keluarga kebanggaanku, yang rukun harmonis. Ayah dan ibuku, 3 orang kakak perempuanku dan 2 orang kakak laki-lakiku sangat menyayangi diriku, aku tahu itu dan aku juga sangat sayang kepada mereka.
Lebih dari seperempat abad aku telah menjalani hidup ini. Banyak sekali yang telah aku lalui; suka dan duka; senang dan sedih; jatuh dan bangun; sakit dan sehat; hampir putus asa dan semangat yang membara; semuanya telah dan terus akan aku lalui. Aku bahagia dengan itu semua, aku senang, walaupun pada saat menghadapi masa-masa sulit dalam hidup tidak jarang aku seperti laki-laki bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa. Hhhmmm.. tapi semangat ku hidup kembali, ketika aku mengingat Tuhanku, yang telah mengatur segala jalan hidupku.

Syukurilah Hidupmu

Banyak orang mengeluh akan kisah hidupnya. “Aku ingin seperti itu, bukan seperti ini..”
Banyak manusia yang merasa tidak puas, akan hal-hal yang telah ia capai.  Sangat menyedihkan bukan??  Banyak manusia yang mensyukuri anugrah Tuhan dalam hidupnya. Pada hal kalau dipikir-pikir, masih banyak orang diluar sana, yang tidak sebaik atau seberuntung dirinya saat ini.
Tuhan itu maha pengasih dan penyayang. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi setiap anakNya, bahkan dalam ketidaknyamanan kita, Tuhan pun mampu menggunakan moment itu untuk mendatangkan kemuliaan bagi namaNya.
Aku juga masih sering menimbang-nimbang dalam pikiran dan hati, kemana aku akan melangkah kedepannya, kemana aku akan bekerja? Aku ingin menjadi PNS, tetapi PNS dimana? PNS ditempat aku bisa merasa nyaman. Aku pikir itu di daerah kelahiranku, Tanah Karo, atau di Medan.
Aku ingin menjadi PNS di daerah itu, aku ingin memberikan yang terbaik bagi tempat kelahiranku, aku ingin memingkatkan status kesehatan masyarakat di daerahku. Aku harus menjadi orang yang bisa mengambil keputusan. Keputusan untuk mengambil kebijakan demi kepentingan orang banyak. Tuhan bantu aku, Tuhan tolong aku. Tuhan luruskan motivasiku. Tuhan bukakan jalan bagiku.
Amsal 16:9 berkata “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya”.
Berdasarkan ayat ini, aku sangat yakin, jika Tuhan berkenan, Tuhan pasti bantu aku. Tinggal aku yang harus mempersiapkan diri, menjadi peka dalam segala situasi. Amsal 16:3 berkata “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Amin…
Aku ingin mengutip perikop alkitab Amsal 16:1-9
Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan. Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu. Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka. Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan Tuhan orang menjauhi kejahatan. Jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikanNya dengan dia. Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.”
Amin. Terjadilah kehendakMu ya Tuhanku… J

Selasa, 26 Juli 2011

English Day

Tuesday is English Day!!
I want to learn english, and today i will learn about conjunctive.

Moreover means lagi pula, lagian, selain itu, lebih dari itu...
Therefore means oleh karena itu
Examples: Moreover i love you, you are beautiful, smart, therefore let us create real happiness in our life

I read a book about preparation marriage. Both of bridge and bridegroom must answer some questions:
What your marriage purpose??
To be happier. Next question is: If you not get marry, are you sure you will not happy? i am not sure.. But i hope i am happier... and others reasons are: for health sex, having children, make my family proud and all i give to God glory.. amen.










Sabtu, 23 Juli 2011

Menyesali Dosa dengan Sungguh-Sungguh

"Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita" (Ibr 12:1)


Kita semua dipanggil menuju kekudusan sesuai dengan kenyataan hidup kita masing-masing. Kita tidak boleh salah mengerti tentang kekudusan. Orang kudus juga pendosa seperti kita, tetapi mereka lebih bertobat dibandingkan kita. Jika kita menghendaki kesempurnaan, maka seharusnya kita menyesal dengan sungguh-sungguh secara sempurna. Menyesal dengan sempurna berarti jiwa kita bersedih karena kita telah melukai hati Allah yang sangat baik. Karena itu, kita ingin berhenti menyakiti Dia. Kita merasakan kebaikkanNya yang begitu melimpah dan kemudian dengan sekuat tenaga bertekun, seperti dalam perlombaan untuk menyempurnakan diri kita.

Penyesalan yang tidak sempurna hanyalah bersedih atas dosa-dosa kita dan kita takut akan hukumannya. Akibatnya, kita mudah sekali jatuh kembali ke dalam dosa yang sama. Kekudusan dan sikap mementingkan diri sendiri masih bercampur baur dalam diri kita. Semoga kita tumbuh dalam rahmat kasih Allah, sementara kita menjadi dewasa dalam kehidupan rohani kita.

Perjalanan menuju kekudusan selalu baru setiap hari kalau kita melihat kesalahan kita. Rasanya hampir tidak mungkin melewati halangan atau rintangan sebesar itu. Namun, perlahan-lahan rahmat Allah akan menunjukkan jalan tanpa rintangan kepada kita.

Ya Tuhan, bantulah kami agar kami dapat bangkit dari dosa dan mengasihi-Mu sepenuh hati.

Bangkit Lagi
Suatu kali, ada seorang iman muda yang mendapat tugas berkhotbah dipenjara. Ia ingin sekali menyumbangkan pesan yang bermakna bagi meraka (para tahanan). Berhari-hari ia mencoba menemukan pesan yang bisa menyentuh hati, tetapi ia merasa belum cocok. Ia mencoba terus mencari dan mencari, tetapi tetap saja ia merasa hatinya belum mantap sampai ketika tiba saatnya ia harus ke penjara.

Pada saat sang imam memasuki ruangan, ia menggigil melihat tatapan mata waja-wajah yang tampak mengeras oleh berbagai kejahatan. Dia berdoa perlahan untuk mendapat bimbingan ketika dia menaiki tangga menuju bimbar untuk berkhotbah. Tiba-tiba ia tersandung ketika dia menginjak anak tangga kedua dan terjatuh tertelungkup di lantai. Hadirin tertawa keras. Untuk beberapa saat, imam muda itu merasa lumpuh oleh kesakitan dan rasa malu. Kemudian ia mendapat suatu gagasan yang begitu kuat menguasai hati dan pikirannya. Ia menjadi lebih mantap lalu berdiri, menaiki dua anak tangga sekaligus dan tertawa ke arah hadirin yang terpukau sambil berkata:

"Saudara-saudara, justru itulah alasan kedatangan saya ke sini hari ini. Saya ingin memperlihatkan kepada Anda sekalian bahwa orang bisa bangkit lagi setelah terjatuh."

Pembukaan pada khotbah ini menyentak para tahanan yang hadir. Mereka diam dan menyimak dengan budi dan hati khotbah sang imam muda itu. Respons spontan ini mendorong sang imam berkhotbah dengan bagus dan berkobar-kobar. Dia menjadi yakin inilah karya Allah yang luar biasa melalui dirinya. (Willi H)

Pertobatan sejati 
mendorong orang untuk memasuki kedalaman batin pribadinya.
Ia bersukacita, karena meskipun menemukan bahwa dirinya begitu banyak dosa,
namun sekaligus ia merasakan kasih Allah yang begitu besar 
dan dipercaya Allah untuk ikut serta dalam karya-Nya yang agung.
Ia bertumbuh menjadi pribadi yang tidak menuntut orang lain, melainkan menuntut dirinya sendiri dalam upaya memperbaiki dirinya dan situasi disekitarnya
(Anonim)

MENJADI RENDAH HATI

Hi all... Rasanya menuangkan dalam bentuk tulisan apa yang dirasakan dan dipikirkan jauh lebih baik dari pada tidak melakukan apa-apa, yang justru bisa memberi peluang kepada si jahat masuk dalam pikiranku.
Beberapa hari ini, aku merasakan hal-hal yang tidak enak yang terus membebani pikiran, emosi dan fisikku. Aku sulit menemukan sesuatu yang bisa memotivasi diriku untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatanku. Sepertinya ada sesuatu yang mengikutiku, sesuatu yang tidak jelas dari mana asal usulnya (... jadi horor...)
Apa yang aku jalani saat ini dan rencana yang akan kulakukan, dihantui oleh kesalahan dan dosaku di waktu yang lalu.Tp syukurlah, aku masih bisa membedakan mana yang baik-dan mana yang buruk. Aku masih merasa bersalah atas perbuatan burukku, aku masih bisa menyadarinya. Sekarang, tinggal bagaimana aku bisa memperbaiki diri. Karena, aku sangat takut bilamana aku tidak menyadari akan sikapku yang salah dan dosa-dosa yang aku lakukan.


Kebetulan 3 hari ini, aku libur dan aku membaca kembali buku yang selama ini sudah aku lupakan. "MENJADI PRIBADI YANG MENCINTAI". Buku ini sangat bagus dan sangat menginspirasi. Thanks buat orang yang telah menghadiahkannya buku yang berharga ini disaat hari natal.. Tuhan memberkati Anda. Dan aku ingin mengetik ulang apa yang aku baca, agar bisa menjadi berkat juga bagi orang lain.. Berikut isi bukunya dengan sedikit pengubahan dari ku..

Menjadi Rendah Hati

Mungkin kita heran bahwa iri hati masih menimpa orang-orang baik. Jika kita berusaha menjadi orang Kristen yang baik, mungkin kita ingin bertanya mengapa Allah lebih mengasihi orang lain daripada kita. Masalah ini menjadi lebih jelas jika kita melihat seseorang yang tidak terlalu baik, tetapi tampaknya makmur dan hidupnya senang. Mungkin kita juga sakit hati kalau mendengar orang lain dipuji, terutama kalau kita mengganggap diri kita patut dipuji. Itu adalah salah satu tanda bahwa kita belum menjadi orang yang baik.

Iri hati itu disebabkan oleh KESOMBONGAN dan SIKAP MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. Pandangan yang salah semacam itu akan menjadi penghalang bagi kita untuk lebih mengenal Dia. Jika kita tidak memohon pertolonganNYA dengan kerendahan hati yang mendalam, maka kita akan terus bereaksi seperti itu seumur hidup. Itulah intinya. Kalau tidak ingin iri hati, janganlah sombong dan tidak mementingkan diri sendiri, pandanglah selalu Tuhan Yesus.
Hanya Yesuslah yang dapat memperbaiki pandangan yang salah itu.Sikap rendah hati tersebut baru akan tercapai kalau kita terbuka sepenuhnya terhadap jamahannNYA.
Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk melihat ENGKAU dalam terang sejati yang berasal dari iman yang dalam dan harapan yang berkobar (Joan Weber L)
Cara-Cara Mencapai Kerendahan Hati 
  1. Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri.
  2. Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi.
  3. Hindarilah rasa ingin tahu.
  4. Janganlah mencampuri urusan orang lain.
  5. Terimalah pertentangan dengan gembira.
  6. Jangan memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain.
  7. Terimalah hinaan dan caci maki.
  8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan, dan dipandang rendah.
  9. Mengalah terhadap kehendak orang lain.
  10. Terimalah celaan walaupun Anda tidak layak menerimanya.
  11. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seseorang memancing amarah Anda.
  12. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
  13. Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun Anda yang benar.
  14. Pilihlah selalau yang tersulit

Sarwantu, A dan Riestasari, V. 2003. Menjadi pribadi yang mencintai. Jakarta; Penerbit Obor

Selasa, 19 Juli 2011

UPAYA MENCEGAH TERJADINYA ASPIRASI PADA PASIEN DENGAN HEMOPTISIS E.C TB PARU DI LANTAI IV SELATAN IRNAB 2011

Ilmu keperawatan di Indonesia terus mengalami perkembangan kearah yang lebih baik. Perkembangan itu tidak hanya dengan tingkat pendidikan yang semakin baik, tetapi disertai juga oleh peningkatan kualitas profesionalisme pelayanan keperawatan. Profesionalisme tersebut diwujudkan dalam proses keperawatan yang dilakukan dalam asuhan keperawatan itu sendiri. Proses keperawatan merupakan inti dari seluruh kegiatan asuhan yang diberikan kepada pasien yang meliputi semua penyelesaian masalah yang terorganisasi, digunakan untuk mengidentifiaksi dan mengelola masalah kesehatan pasien.
Masalah kesehatan pasien yang tidak terlepas dari masyarakat Indonesia dewasa ini adalah penyakit tuberculosis. Pada tahun 1995, Indonesia merupakan negara dengan pasien TB terbanyak ke-3 didunia setelah India dan Cina. Diperkirakan jumlah pasien TB di Indonesia sekitar 10% dari total jumlah pasien TB di dunia. Namun pada tahun 2011, Tim Joint External Tuberculosis Monitoring Mission (JEMM) yang melakukan penelitian di Indonesia menemukan banyak perbaikan dalam upaya pengendalian tuberculosis (TB) di Indonesia. Salah satunya adalah turunnya peringkat Indonesia pada daftar negara dengan beban TB terbesar di dunia dari posisi 3 menjadi ke-5 di dunia (http://www.detiknews.com). Namun prestasi ini, bukanlah tujuan akhir. Depertemen kesehatan RI sendiri ingin mewujudkan masyarakat Indonesia yang mendiri dalam hidup sehat dimana tuberculosis tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Di RSUP Fatmawati sendiri jumlah penderita TBC yang dirawat cukup banyak, khususnya di SMF Paru, Irna B, lantai IV Selatan.  Diantara penderita TBC itu, banyak yang mengalami hemoptisis.
Pada bulan Maret-Mei 2011 jumlah penderita TB paru berjumlah 69 orang dan 17,5 % diantaranya mengalami hemoptisis.
Tentunya kondisi tersebut merupakan tanda dan gejala yang kritis dan sangat mengancam jiwa penderita. Para perawat ruangan di SMF Paru sendiri, banyak mengalami pengalaman dan menyaksikan kejadian pasien meninggal akibat aspirasi yang disebabkan hemoptisis ec TB Paru. Stanley J. Swierzewski, pada tahun 2000 dalam www.healthcommunities.com, menjelaskan bahwa sekitar 75% pasien yang menderita massif hemoptisis meninggal dunia akibat aspirasi (jalan nafas tersumbat oleh darah-tubuh kekurangan oksigen. Pengalaman-pengalaman dan penjelasan tersebut dapat dijadikan sebagai bekal untuk semakin menyadari bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan asuhan keperawatan perlu ditingkatkan dalam upaya menurunkan risiko terjadinya aspirasi akibat hemoptisis ec TB paru. Upaya-upaya yang akan dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita TB Paru bahkan ketika penderita TB tersebut sudah memungkinkan untuk kembali kerumah.

RSUP Fatmawati sebagai RS yang mengutamakan kepuasan pelanggan, berusaha terus meningkatkan mutu pelayanan kepada setiap pasien. Khususnya di lantai IV Selatan, Irna B, dimana pada ruangan ini terdapat pelayanan ruang rawat TB paru, dengan kapasitas 25tempat tidur dan mempunyai proporsi SDM keperawatan 41,9 % SI keperawatan, dan 54,8% DIII Keperawatan, hanya sebagian kecil yaitu 3,2% SPK, serta semangat dan dukungan manajerial untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan oleh karena itu tidak berlebihan jika Tim PSBH ruangan lantai IV selatan, menyelesaikan masalah dengan pendekatan PSBH  dalam upaya untuk menurunkan risiko terjadinya aspirasi pada pasien dengan hemoptisis ec TB paru.

       I.            TUJUAN
Apakah dengan melakukan melakukan penyegaran mengenai materi pencegahan aspirasi, melakukan simulasi dan role model pencegahan aspirasi serta melakukan supervisi implementasi pencegahan aspirasi pada pasien dengan hemoptisis ec TB Paru,  dapat menurunkan angka mortalitas akibat aspirasi pada pasien yang mengalami hemoptisis ec TB paru dari 25% menjadi 0%.


    II.            LANGKAH-LANGKAH
1.      Persiapan Kegiatan PSBH
Persiapan-persiapan yang dilakukan selama kegiatan PSBH adalah:
a.       Melaporkan kepada kepala Irna B, kepala ruangan dan wakil kepala ruangan oleh Problem solver
b.      Sosalisasi rencana kegiatan PSBH kepada seluruh staf lantai IV Selatan dalam pre-conference oleh Problem solver
c.       Kepala ruangan, wakil kepala ruangan dan staf lantai IV Selatan membentuk tim PSBH.
d.      Menyusun materi kegiatan PSBH oleh Tim PSBH
e.       Menyusun Plant of Action (POA) oleh Tim PSBH
f.       Membuat format evaluasi oleh Tim PSBH

2.      Pelaksanaan Kegiatan PSBH
a.       Sosialisasi POA kepada seluruh staf lt IV Selatan oleh Tim PSBH
b.      Penyegaran materi kegiatan PSBH kepada seluruh staff oleh Tim PSBH
c.       Simulasi kegiatan PSBH oleh seluruh staff
d.      Supervisi kegiatan PSBH oleh Tim PSBH
e.       Implementasi dan pendokumentasian program PSBH secara simultan dan continue oleh seluruh staff
f.       Monitoring pelaksanaan PSBH oleh Tim PSBH

3.      Evaluasi Kegiatan PSBH
a.       Evaluasi pelaksanaan PSBH per minggu oleh Tim PSBH
b.      Pembuatan laporan oleh Tim PSBH
c.       Presentasi hasil PSBH oleh Tim PSBH

4.      Kesinambungan
      Menyerahkan hasil PSBH ke Ruangan untuk dijadikan program berkesinambungan diruangan, dan menyerahkan ke IRNA sebagai bahan replikasi PSBH ke ruangan lain

Rabu, 15 Juni 2011

Ceritaku...

Bingung...  mau ngelakuin apa pada waktu libur... hmm.. mending ngetik saja ah.. menuangkan segala apa yang dihati...  tapi mulai dari mana ya... terlalu banyak yang dipikirkan... mmm... mulai dari keluargaku saja ah...

Saya masih ingat, saya juga pernah menuliskan tentang keluarga saya, tepatnya di "Sebuah perenungan".. aku kutip lagi aja..
"Orangtuaku, abang-kakakku, keponakanku, dan keluarga besarku... mengajarkan aku pentingya kebersamaan, berkumpul bersama, komunikasi... i miss you, all..
Aku berterima kasih, buat kasih Tuhan, kebaikan Tuhan, anugrah Tuhan yang boleh aku rasakan dan alami lewat kehadiran keluargaku... "
ya memang benar.. keluarga adalah anugrah indah dalam hidupku..

Bapaku.. sekarang dia sudah mulai menua.. Hope my father good in health.. amin..
Terkadang beliau sangat keras, kuat pada pendirian, dan terkadang otoriter, kalau aku boleh bilang.. mengapa aku bilang otoriter?? Standart saja. beliau kadang-kadang keras kepala, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, maunya dia sendiri yang didengarkan... huhf.. tp itu dulu...
Ga tau ya... sekarang bapakku menjadi sosok yang lebih baik.. dia sudah mau mendengarkan masukan dari orang lain.. Puji Tuhan... tidak sekeras dulu... faktor umur kali ya...?? hihihi.. Tp aku tahu itu semua karna Tuhan.. Aku sangat berharap bapakku bisa menjadi bapak yang lebih baik lagi, lebih bijaksana lagi.. dan smoga beliau tetap sehat..
mm.. aku masih ingat bagaimana dulu awal aku masuk kuliah di UI... yang mengantarkan aku ke UI adalah bapakku.. aku tidak bisa bayangkan, kalo ga ada bapak waktu itu.. bisa hancur aku.. Selama di Depok, bapakku, selalu memperhatikan aku... tahulah.. mahasiswa baru sibuk banget.. berangkat subuh, pulang malam, lanjut ngerjain tugas mabim lagi... luar biasa pokoknya.. huhhu...
Waktu itu aku masih ingat.. aku udah beraktivitas seharian di kampus.. pulang malam lagi... bapak belum tidur.. menungguiku sndiri.. dia tanyakan apakah aku udah makan atau belum... Dia memberiku semangat dan dorongan motivasi... dan yang ga ku duga sama sekali, bapakku yang selama ini aku kenal keras.. galak.. tegas... menjaga wibawa... rela mencuci bajuku... pappa... miss you very much... mungkin orang menganggap aku cengeng,, tapi dari hati seorng anak aku merasa bersyukur punya ayah seperti bapakku,,,

kuakui.. dalam sikap keras kepalanya Bapakku memang banyak kutemukan kebaikan...  Berkat Tuhan, keluarga kami saat ini termasuk cukup-lah.. tidak berkekurangan.. thanks God.. melalui bappku, Tuhan memberkati keluargaku.. tp aku tidak ingin seperti bapakku... karena beliau mengajarkanku.. anak harus bisa lebih baik dari orangtuanya... makanya aku ingin lebih dari seorang bapakku.. aku ingin lebih baik dari dia.. bapakku adalah superhero 1 dalam keluargaku maka aku ingin menjadi suprhero 2 di keluarga baru ku kelak, setelah aku menikah... amin...


memutar ulang kisah hidupku bersama bapak.. sejak dari kecil...
bapakku adalah pkerja keras yang hebat.. tangguh..kuat.. beliau dalam ushaanya tidak mau tanggung-tanggung... semuanya dikerjakan dengan maksimal.. fulll... Sebagai petani, bapakku rajin bekerja, menanam tanaman selalu luas... luas sekali.. melebihi rata-rata.. kalau untung.. untungnya selangit.. tapi kalo rugi... ruginya juga tidak sedikit.. hihii... tanam kol.. kolnya luas...  aku masih ingat..  dulu bapak menanam kol dalam jmlah yg tidak sedikit... dari kecil di rawat dengan baik, disemprot pake insektisida rutin... kalo kemarau disiram satu-satu.. (aku ikut jadi korban..hahhaha)... eh tiba giliran waktunya dipanen.. harga kolnya anjlok...  bapakku stress dong... wajar.. jgnkan bapakku... aku juga ikutan setress...
 Bapaku sudah berusaha untuk mencari pembeli, mondar-mandir, kesana-kesini.. ada yang nawar... ditawar murah.. ditolak oleh bapakku.. masak modalnya juga ga balik.. iya kan.. udah kerja keras.. tapi masak cuma dihargai sperti itu? hihii...
Ditunggu lagi, pembeli yang lain... berharap harga kol bisa segera melejit.. melejit sperti pesawat atau jet yang terbang keluar angka... melambung tinggi.. membubung tinggi... hehehehh.. lebay...

Tp pembeli itu tak kunjung datang juga... ditunggu lagi.. eh.. kelamaan kolnya bisa busuk smua tuh.. karena tanaman kol itu, kalo sudah tiba waktunya untuk dipanen, tapi ga dipanen-panen juga.. buahnya bisa pecah.. pecah jadi 2 atau 4.. nah kalau sudah pecah alias mekar.. kolnya ga bisa dijjual lagi... Sementara itu kol yang masih utuh.. tetap harus dirawat dong... disemprot.. kalo ga bakal membusuk.. ya... otomatis... modal yang dikeluarkan semakin banyak dong... iya kan.. ya tapi itulah.. sebuah keputusan harus diambil dengan segala risiko yang harus ditanggung...

pada suatu hari.. tibalah gilirannya.. pembeli pun datang... mudah-mudahan... pembeli yang datang ini membawa kabar suka cita ni.. bisa menawar kolnya bapak dengan harga yang wajar.. minimal tidak rugilah.. itulah yang diharapkan...

tapi itu cuma sebatas harapan... tarnya pembelinya tidak sanggung membeli dengan harga yang diharapkan bapak.. ya alhasil.. ga jadi transaki barang...
sementara itu, waktu terus berjalan.. smakin lama.. kol yang mekar semakin banyk, kol yang membusuk juga semakin merajalela... huuhf.. semakin stress lah yang terjadi... hehehhe...

dari kejauhan... tampak lagi pembeli baru yang coba menawarkan diri untuk bisa berbisnis dengan bapak... ya.. seprti yang diduga kembali transaksi itu batal.. huh...
akhirnya... bapak mengambil keputusan sendiri.. ttidak mengabaikan maukan dari mamak, apalagi kami anak-anaknya... keputusan yang diambil cukup mengejuktan.. sangat mengejutkan.. dan rasanya tidak masuk akal.. ya tapi itulah bapak.. egonya menguasai dirinya.. tak terkendali... keputusa apakah yang diamabil???

ketimbang kita stress smmua... mending kita ga usah jual kol ini.. kita trakor aja.. kubur saja... kan bagus jadi pupuk.. katanya.. keren kan?? hahaha...
mamaku, kami anak-anaknya memberi usulan: "ga udah ditraktor dulu, mendinng dijual saja, berapapun harganya yang penting bisa menurunkan jumlah kerugian yang ditanggung... sayangkan, kalo ga mengahsilkan uang sama sekali... jual sajalah murahpun gapapa..."

tapi bapak tidak mau... beliau langung mentraktor sendiri kebun kol yang diusahakn selama ini.. jadilah lautan kepala-kepala bulat yang nongol dari tanah... kepala bulat yang terbuat dari kol... hahha...
bapak-bapak... i love you very much...